RE-formed

Yeremia 14:4, Yeremia 18:6

Yeremia 14:4, Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Yeremia 18:6 Sungguh, seperti tanah liat   di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel!

                Dalam kehidupan kita, kita bisa pasti punya plan a atau b, mengapa harus begini jaga-jaga kalau ada yang agagl langsung dan bisa mengganti rencana dengan baik. Pertanyaannya apakah Tuhan punya plan a atau b untuk kehidupan kita masing-masing? Jawabannya adalah Tuhan itu tidak mungkin punya rancangan cadangan dalam kehidupan kita. Ayub 42:2, Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Seperti kata Yeremia bahwa Tuhan ingin membentuk kita sebagai sebuah periuk atau sebuah bejana yang baik. Langkah-langkah dari membuat bejana.

  1. Tanah diinjak untuk menghilangkan udara yang ada didalam tanah. Ini seperti hidup kita yang dilepaskan dari dari gelembung-gelembung yang adalah kekosongan yang adalah kemarahan yang terjadi dalam kehidupan kita. Gelembung itu Tuhan keluarkan sehingga kita tidak mudah retak. Proses ini Tuhan izinkan terjadi karena Tuhan ingin melepaskan gelembung itu, dan cara Tuhan mungkin sakit karena kita diperhadapkan kepada orang yang membuat kita sakit hati atau mungkin susah payah. Tetapi tujuan Tuhan baik sehingga kita bisa menjadi tanah yang baik tanpa ada udara yang bisa saja meledak.
  2. Dibentuk dimeja yang berputar sehingga lebih cepat dan lebih mudah. Tuhan punya tujuan memutar dan menekan kita sehingga kita bisa terbentuk menjadi seseorang yang berjalan dijalan rencana Tuhan yang tidak pernah gagal. Tetapi kita biasanya akan memberontak dan marah karena tidak enak
  3. Menambahkan hiasan, Tuhan ingin menambahkan hal-hal yang baik dan nilai dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi sebuah bejana yang indah. Tuhan bisa mengirimkan dan juga memberikan orang yang baik untuk kita. Ini dilakukan juga supaya kita bisa melihat dan berjalan di rencana Tuhan.
  4. Bejana akan didiamkan beberapa hari. Pendiaman ini dilakukan sehingga air dalam bejana bisa keluar. Kadang kita adalah proses pendiaman Tuhan, tidak didengarkan doanya, Tuhan tidak memberikan pekerjaan. Tuhan itu mendiamkan seperti Tuhan membiarkan kita, tetapi proses ini juga penting sehingga kita menjadi bejana yang baik.
  5. Dibakar, kadang Tuhan ingin memurnikan diri kita dalam sebuah krisis. Dalam bagian ini sangat menyakitkan. Tetapi ini proses penting juga membuat kita menjadi pribadi yang kuat karena kita ada dalam perapian yang membuat kita sebenarnya kuat dalam rencana Tuhan. Kalau tidak tahan, kita biasanya melakukan hal-hal yang tidak baik atau jujur.
  6. Dianginkan/dibiarkan. Proses pembiaran sehingga lebih kuat. Tuhan membiarkan kita lagi sehingga kita semakin berproses dan yakin akan rencana Tuhan yang tidak pernah gagal.
  7. Dipanggang dengan suhu panas. Tuhan ingin kita menjadi bejana yang kuat dan tidak mudah pecah.

Tuhan sepertinya jahat dan tidak sayang, tetapi kita harus mengerti bahwa rencana Tuhan tidak akan berubah hanya karena kita. Dengan demikian kita ini harus harus mengikuti rencana Allah yang tidak berubah itu, mungkin dalam perjalanan itu ada hal yang susah dan juga tidak enak. Tetapi teruslah belajar dengan baik sehingga kita menjadi sebuah bejana yang baik. Kita manusia tidak bisa lepas dari komunitas yang adalah tubuh Kristus, maka kita harus saling bersama mendukung dan berlimpah kasih karunia mendukung orang-orang yang mungkin dalam masa proses Tuhan. Mari kita salurkan limpahan kasih karunia yang kita punya untuk orang lain yang ada disekitar kita.

Penulis: Pdt. Hadi Sugianto Lie