Keluarga yang sehat

Efesus 4:15

Efesus 4:15

            Kalau kita bercerita tetnang keluarga, kita pasti menemukan cerita yang begitu panjang. Ada banyak cerita yang baik dan juga banyak cerita yang tidak baik sehingga terlihat sebagai keluarga yang tidak sehat. Apakah keluarga yang sehat identik dengan zero problem? Keluarga Kristen adalah sebuah unit terkecil untuk menggambarkan tubuh Kristus yang berbeda yang disatukan oleh Kristus sebagai kepala. Meski demikian keluarga Kristen adalah tempat berkumpulnya orang yang tidak sempurna yang dijadikan satu. Dosa membuat kerusakan total dan itu menyerang semua aspek dalam kehidupan kita termasuk masalah fisik, masalah mental dan masalah karakter. Semua itu membawa problem sehingga menjadikan diri kita tidak disenangi orang lain inilah akibat dosa. 

          Dalam keluarga ada banyak senangnya, tetapi tidak sedikit masalahnya sehingga tidak ada keluarga yang benar-benar sehat. Bagaimana kita mengelola keluarga yang seperti ini, agar yang meskipun tanpa zero problem tetapi menjadi keluarga yang dicintai oleh Tuhan, yang diberkati oleh Tuhan? Nasehat dari Firman Tuhan memberikan kita nasehat kepada kita adalah,

  1. Melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan ini.

Mari kita berjuangan menjadi orang tua atau menjadi pribadi yang balance, yaitu belajar firman Tuhan dan juga melakukan firman Tuhan dalam kehidupan kita. Bagaimana kita bisa mengelola keluarga yang tidak sempurna yaitu menjadikan firman Tuhan sebagai patokan dan kita melakukan dalam kehidupan keluarga.

  1. Emosi, bukan Solusi yang utama.

Terkadang kita adalah dalam situasi dan keadaan yang membuat kita tidak bisa mengontrol emosi. Tuhan kadang menempatkan beberapa hal yang demikian dalam kehidupan kita dan terkadang kita tidak menemukan solusi, terkadang kita ini berusaha mencari solusi cepat dengan melakukan hal yang tidak berkenan dimata Tuhan. Tuhan terkadang menempatkan hal itu bukan jahat tetapi agar kita belajar agar kita bisa mengontrol emosi dan kita belajar untuk bisa menguasai diri sehingga kita bisa menjadi orang yang lebih dewasa. Mengelola keluarga yang dicintai Tuhan adalah dengan meletakkan emosi diatas segalanya.

  1. Tidak menjadi bensin jika ada api.

Kita harus berjuang tidak menjadi orang yang memprovokasi akan adanya masalah sehingga masalah itu tidak menjadi besar. Karena ketika kita menjadi bensin, masalah bukan malah selesai tapi menjadi sebuah pertengkaran yang tiada akhir. Mengalah dan merendahlah sampai dia tidak bisa merendahkan kita.

          Saat Kristus di atas kayu salib, tidak ada lagi orang yang bisa mengalahkan dan merendahkan diriNya bukan? Karena di atas kayu salib itulah puncak kekalahan dan kerendahan dipakukan yaitu dosa kita. Yesus menanggung dosa kita, itu berarti bahwa mungkin bagi keluarga yang tidak ideal berubah menjadi keluarga yang dicintai oleh Tuhan dan bisa membawa sebuah perubahan yang luar biasa. Kristus tidak hanya mau menyelamatkan kita saja, tetapi juga keluarga kita serta semua yang memiliki pertobatan yang jelas.

          Mari kita sungguh berdoa, kita memohon anugrah Tuhan dilimpahkan lagi dalam kehidupan keluarga. Engkau yang masih belum berkeluarga, marilah kita berdoa dengan baik, lebih baik susah diawal dalam mengambil keputusan dari pada gampang-gampangan untuk berkeluarga. Perjalan hidup itu panjang butuh kekuatan, cinta dan usaha. Kalau kita sudah menikah jangan cengeng dengan kesulitan dan juga masalah dalam kehidupan keluarga. Tetapi carilah Tuhan untuk bisa menolong kita memperlengkapi hidup kita menjadi lebih baik. Teruslah mencinta firman Tuhan, belajar untuk tidak mudah emosi dan tidak menjadi bensin yang membakar kehidupan, maka biarlah hidup kita kembali kepada Kristus sehingga keluarga kita menjadi keluarga yang sehat.

Penulis: Pdt. Hadi Sugianto Lie