HONOUR YOUR PARENT

Efesus 6:1-3

             Beberapa waktu yang lalu ada berita seorang anak yang menuntut ibunya, yang sudah tua, ke pengadilan karena masalah harta warisan. Bukan hanya kali ini saja berita seperti ini kita dengar dan saksikan. Menghormati orang tua rasanya sebuah sikap dan budaya yang mulai luntur termakan zaman. Prihatin dan miris mendengar dan menyaksikan berita seperti ini bukan? Lebih memprihatinkan kalau ada orang Kristen yang demikian. Itu sebabnya rasul Paulus, dalam Efesus 6:1-3 mengingatkan bukan hanya jemaat Efesus, tetapi semua orang Kristen, termasuk kita agar menghormati orang tua kita.

            Bagaimana menghormati orang tua? Secara sederhana, menghormati orang tua adalah menaati orang tua kita (ayat 1). Selain itu, mengasihi dan menghargai mereka. Di saat usia semakin menua, kasih, perhatian dan penghargaan tetap kebutuhan orang tua kita. Sedih, bila kita menemukan orang tua diabaikan bahkan ‘dijauhi’oleh anak-anaknya. Memang, terkadang kita, anak-anak, bisa berbeda pandangan dengan orang tua, tetapi jangan samapai kita menjadi mudah kecewa apalagi sakit hati. Belajar terus mengasihi, memahami dan menghargai orang tua itulah cara menghormati orang tua kita. 

            Rasul Paulus bukan hanya mendesak kita untuk menghormati orang tua kita, tetapi juga memberikan beberapa alasan yang mendasar mengapa kita harus menghormati orang tua kita.

Pertama, karena menghormati orang tua adalah perintah TUHAN (ayat 2). Kata “hormatilah” (yunani: tima) jelas berbentuk imperatif (kalimat perintah), baik dalam bahasa Yunani maupun terjemahan bahasa Indonesia. Bahkan disebutkan sebagai “perintah yang penting”  atau “perintah yang pertama” (bdk. KJV, RSV, NIV, NAS, ILT). Perintah TUHAN ini sudah ada dalam Perjanjian Lama, dalam 10 Hukum Allah yang kita kenal dan hafalkan (Kel 20:12; Ul 5:16).  Seringkali kita, dengan berbagai alasan, termasuk sakit hati dan kekecewaan, kita abaikan perintah TUHAN untuk mengasihi, memperhatikan dan menghargai orang tua kita, sebagai wujud hormat kepada mereka. Jika kita memahami bahwa menghormati orang tua adalah perintah TUHAN sendiri, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya bukan?

Kedua, karena menghormati orang tua mengandung janji berkat TUHAN (ayat 2-3). Sebenarnya di dalam kitab Perjanjian Lama, bukan hanya ada janji berkat, tetapi juga ancaman untuk hukuman bagi mereka yang tidak menghormati orang tua (Im 20:9; Ul 21:18-21), namun rasul Paulus menekankan janji berkat TUHAN (bdk. Kel 20:12; Ul 5:16). Apa berkatnya? Hidup yang berkualitas adalah berkat yang digambarkan dengan “berbahagia dan panjang umurmu di bumi”. Penghormatan kita kepada orang tua pasti membuat kehidupan kita ke depan penuh berkat TUHAN, di mana kita dapat mensyukuri anugerah TUHAN didalam relasi yang indah dengan orang tua kita. Dan di sisi lain, penghormatan kita kepada orang tua mengajar dan memberikan keteladanan bagi orang-orang di sekitar kita, termasuk anak-anak kita yang kelak juga menghormati kita.

Terakhir, menghormati orang tua kita adalah anugerah dan kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Sebenarnya, Efesus 6:1-3 ini adalah uraian rasul Paulus mengenai bagaimana anak-anak Allah harus hidup meneladani Allah (Ef 5:1-33). Bahkan Paulus menegaskan bagaimana kita, sebagai anak-anak terang harus hidup, termasuk dalam relasi kita dengan keluarga (Ef 5:8 bdk. 5:22-6:4). Jadi, ketika kita menghormati orang tua, kita sedang menikmati kesempatan dan anugerah Tuhan untuk memuliakan namaNya. Dengan mengasihi, memperhatikan dan menghargai orang tua kita, dunia melihat kasih Allah yang nyata. 

Akhirnya, mari kita terus menghormati orang tua kita, dengan demikian kita sedang menaati perintah Tuhan kita di dalam Kristus, menikmati janji berkatNya dan oleh anugerahNya, kita sedang hidup memuliakan namaNya. Amin.

Penulis: Pdt. Hadi Sugianto Lie