Bangsa Israel Makin Ditindas

        Mengumpulkan barang rongsokan adalah hal yang biasa, tetapi mengumpulkan barang rongsokan untuk dijadikan sebuah karya yang begitu indah adalah hal yang luar biasa. Kadang kehidupan kita seperti ini seperti rongsokan yang diambil oleh Tuhan dan dibentuk menjadi indah. Ketika dibentuk maka terkadang kita mengalami proses penggosokan oleh benda yang kasar, ditempa, dipukul sehingga nantinya kita menjadi sebuah barang yang indah dan berharga. Ketika kita mengalami hal demikian percayalah bahwa Allah membentuk kita dengan baik, karena lewat proses ini kita bisa melihat dan mengakui bahwa Allah itu adalah baik dalam kehidupan kita.

        Bangsa Israel juga mengalami hal yang demikian, setelah masa pemerintahan Yusuf sebagai perdana Menteri di Mesir berakhir, keadaan Israel semakin buruk. Israel disebut sebagai sebuah ancaman bagi mesir sehingga mereka harus mengalami kerja paksa disana bertujuan mengurangi jumlah mereka yang banyak di Mesir. Allah tidak tinggal diam untuk teriakan mereka minta tolong, maka Tuhan memanggil musa dan menyuruhnya untuk berhadapan dengan Firaun untuk mau melepasakan bangsa ini. Musa dan Harun berhadapan dengan Firaun, mereka mengatakan semua apa yang Tuhan firmankan kepada mereka. Marahlah Firaun mendengar apa yang dikatakan oleh Musa dan Harun, ini membuat kaget Musa karena dia berfikir bahwa Firaun akan melepaskan Israel. Bukan hanya marah tetapi Firaun makin membuat bangsa Israel semakin sengsara dengan kerja paksa yang mereka harus kerjakan. Ini membuat Musa mendapatkan banyak hujatan dari tua-tua Israel. Mungkin dalam pikiran Musa, “Aku ini sudah melakukan kehendak Allah, tetapi kenapa aku malah ditolak dan malah dihujat”, perasaan yang hancur yang Musa alami bahkan akhirnya Musa protes kepada Tuhan, “Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: "Tuhan, mengapakah Kau perlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kau utus? Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali." (Keluaran 5:22-23). Bukankah dalam kehidupan kita seperti demikian, kadang ketika kita melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan malahan yang terjadi semua tidak lancar dan tidak seuai dengan apa yang diinginkan. Kadang dalam keadaan yang demikian kita ini protes dan meragukan Tuhan dalam kehidupan dengan membuat kesimpulan baru bahwa Allah tidak melakukan apa-apa dalam kehidupan ini.

        Lalu apakah Tuhan salah? Ataukah Tuhan ingin bercanda?, 1 Korintus 2:16, Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?".  Tuhan tidak pernah salah, iapun siap untuk menanggung kekecewaan dan kesedihan (Kemaraha Musa dan Israel). Namun kalau kita lihat Tuhan tidak tinggal diam dalam masalah ini, “Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya."

        Kadang kitapun seperti Musa dan Israel seakan-akan melihat Tuhan sebagai Tuhan yang tidak peduli dengan ratap tangis yang muncul hingga akhirnya kita mengambil kesimpulan sendiri terhadap respon Tuhan. Tetapi terkadang Tuhan belum selesai dengan tujuan hidup kita, mungkin Tuhan ingin membentuk kita atau mempersiapkan kita.

        Dari rentetan peristiwa Israel kita melihat bahwa, Tujuan Allah ingin digenapi lewat bangsa Israel. Maka Tuhan ingin membentuk kita dalam tujuannya, tujuannya yang baik, tujuannya yang tidak pernah salah sehingga janganlah kita ini membuat kesimpulan untuk hidup kita, mungkin Tuhan ingin berbuat sesuatu untuk hidupmu yang sesuai dengan tujuanNya. Maka jangan keraskan hati untuk dibentuk sesuai dengan Tujuan TUHAN.

Penulis: Pdt. Hadi Sugianto Lie