THE BATTLE IS THE LORD’S

            Pada jaman perang antara Indonesia dan Belanda dahulu ketakutan selalu menyelimuti orang-orang Indonesia. Harap-harap cemas antara mati atau dapat bertahan hidup. Dan saat2 ini yang mungkin kita takuti adalah perang dagang yang dilakukan oleh Amerika dan China yang digadang-gadang jika ini terus memanas dapat mengakibatkan perang dunia ke 3 dan tentu imbasnya kepada setiap kita semua. Ketakutan-ketakutan yang sama seperti ini adalah ketakutan- ketakutan yang dialami juga oleh bangsa Yehuda dan Yerusalem. Yosafat juga mengalami ketakutan akibat bangsa Moab, Amon dan sekutu-sekutunya melawan bangsa Yehuda. Dan bahkan musuh sudah sangat dekat di daerahnya. Lalu apa yang dilakukan Yosafat? Yosafat tidak pergi mencari pertolongan kepada bangsa lain, tetapi di dalam ketakutannya Yosafat mengalihkan perhatiannya untuk mencari Tuhan dan bahkan dia menyerukan/memanggil, memerintahkan kepada seluruh Yehuda/tanpa terkecuali untuk berpuasa (berpuasa seringkali dilakukan pada saat itu jika dalam keadaan yang sangat terdesak). Maka waktu didengar mereka bahwa Raja Yosafat memerintahkan mereka untuk datang berkumpul di rumah Tuhan, maka semua orang datang dari kota Yehuda dan Yerusalem dan memutuskan untuk meminta pertolongan Tuhan.

  1. Yosafat mengakui bahwa Tuhan berkuasa/memerintah atas segenap kerajaan bangsa. Dan bahkan tidak ada seorangpun yang dapat bertahan melawan Tuhan. Yosafat juga mengakui bahwa Tuhanlah yang menghalau semua musuh-musuh.
  2. Yosafat mengakui ketidakberdayaan dirinya, menyadari betapa lemahnya diri, sehingga Yosafat mengatakan bahwa kami akan berseru kepadaMu di dalam kesesakan kami sampai Engkau mendengarkan dan menyelamatkan kami.

            Jika kita melihat kehidupan kita sekarang ini memang kita tidak lagi mengalami peperangan seperti bangsa Yehuda alami tetapi bukankah saat ini kita mengalami ketakutan yang sama. Kita takut mengenai kondisi ekonomi dunia saat ini. orang tua takut mengenai masa depan anak-anaknya. Anak muda juga pasti memiliki ketakutan tersendiri, mereka mungkin takut tentang masa depan mereka. JIKA KETAKUTAN YANG MENGUASAI HIDUP KITA, MAKA AKAN MENGHASILKAN MASA DEPAN YANG GELAP. Mari kita mengakui ketidakberdayaan kita dan ketidaksanggupan kita jika melakukannya sendiri. ngomg dengan jujur sama Tuhan kalau kita benar2 nggak tau harus berbuat apa. (MENGAKUI KELEMAHAN KITA AKAN MEMBAWA KITA MENGAKUI BAHWA ADA PRIBADI YANG LEBIH KUAT YANG SANGGUP MENOLONG KITA DALAM MENGHADAPI KESULITAN).

            Apakah Allah berdiam diri ketika umat-Nya berseru meminta pertolongan-Nya, tentu tidak. Allah men.jawab  di ayat 15b dimana Allah menguatkan bangsa Yehuda dengan mengatakan “Jangan takut dan terkejut” karena laskar yang besar ini. sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Kata berperang disini dalam bahasa Ibrani menggunakankat (מִלְחָמָה (mil∙ḥā∙mā(h) = berperang, berjuang, tentara). Yang artinya bahwa peperangan itu adalah milik Allah sendiri. (The battle is the Lord’s). Allah sendiri yang akan berjuang bahkan Allah yang menjadi tentaranya dalam melawan setiap musuh-musuh. Kata jangan takut dan terkejut itu 2x di katakan oleh Allah. Allah ingin menegaskan kepada bangsa Yehuda bahwa tidak perlu takut terhadap musuh yang besar itu karena Allah tidak berdiam diri terhadap mereka, tetapi Tuhan sendiri yang akan bertindak dan memberikan kemenangan terhadap umat-Nya. Allah ingin orang-orang percaya tidak takut dan gentar dalam menghadapi persoalan/kesulitan hidup karena Allah dipihak kita. Bagaimana kita dapat menyakinkan diri kita bahwa Tuhan akan selalu bersama kita?

  1. Percaya kepada Tuhan dan Firman-Nya ( ayat 20 “percayalah kepada Tuhan, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabinya ( perkataan ) dan kamu akan berhasil. Hanya dengan mempercayai Tuhan dan Firmannya maka kita tidak perlu takut dan gentar lagi dan bahkan kita akan sangat yakin bahwa Dia akan selalu ada dipihak kita.
  2. Penyerahan diri secara total ( kadang ketika kita berserah secara total kepada Tuhan, saat itu juga Tuhan bertindak di dalam suatu hal yang kadang di luar nalar kita). Tanpa penyerahan diri secara total kepada Tuhan, maka kita akan menghambat Tuhan bekerja di dalam diri kita karena kita mesih mengkhawatirkan bagaimana kita harus berbuat.

            Pandanglah kepada Kristus. Kematian Kristus diatas kayu salib adalah salah satu bukti bahwa Dia yang berperang bagi kita melawan dosa melawan kematian, sakit penyakit, penderitaan, ketakutan, kesulitan, keadaan yang tidak pasti. “KEMATIAN, KEBANGKITAN DAN KENAIKAN KRISTUS ADALAH BUKTI BAHWA KITA TIDAK PERNAH SENDIRI MENGHADAPI KONDISI APAPUN DI DALAM DUNIA INI.  Percayalah kepada Kristus secara total, akan membuat kita tidak perlu takut/gentar menghadapai kesulitan, penderitaan, sakit penyakit atau apapun karena Dia memberikan hidupNya sendiri bagi kita. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin

Penulis: Ev. Rista Juliana S.